Ayo ngulik - ngulik soal psikologi ...

Pages

Monday, May 24, 2010

UAS

UAS Psikologi Pendidikan

Friday, May 7, 2010

Hasil Proyek Kelompok

untuk mengunduh hasil tugas proyek kelompok D, klik disini

Thursday, March 11, 2010

Tugas Individu ; 3


Mama, Lovin’ You is Like Food to My Soul

Lovin’ you is like food to my soul”, kalimat dari lagu A Song For Mama by Boyz II Men yang mampu menyihirku, menyadarkanku bahwa betapa tidak ada apa – apanya aku tanpa seorang mama. Menitihkan air mata saat mendengar lagu ini. Apa arti seorang mama dalam hidupmu? Sangat berarti,kerena…

Mama, sesosok wanita pertama yang memberikan senyum bahagia dan pelukan hangat. Memberikan rasa aman pada bayi mungil yang tidak tahu apa – apa. Memberikan rasa nyaman saat berada di gendongannya.

Mama, memberitahu puteri kecil cerewetnya tentang apapun. Tak pernah menyerah untuk mendidik. Beliau tidak akan pernah berhenti menyemangati. Wanita yang selalu ada dalam keadaan apapun. Menyeka air mata di pipi puteri kecilnya yang terjatuh. Mencium kening puteri kecilnya yang tertidur lelap. Kasih sayangnya sangat jelas.

IMG_0026.jpgKini puteri kecilnya telah remaja. Kernyitan di dahinya terlihat karena puteri kecilnya tidak seperti dulu. Perang mulut sering terjadi. Rasa kesal dan marah itu terlihat di mukanya, tetapi saat sendiri dia menengadahkan tangannya. Dengan cucuran air mata beliau berdoa kepada Tuhan dengan melupakan rasa kesal dan marahnya, memohon agar Tuhan selalu menjaga puteri kecilnya. Memohon agar Tuhan memberikan kekuatan kepadanya. Setelah itu, senyumnya pun kembali merekah. Mengetuk kamar puteri kecilnya yang telah terlelap dan tetap mencium kening puteri kecilnya yang ia sadari bahwa puteri kecilnya memang tidak kecil lagi. Tetapi gadis remaja itu tetap ia anggap puteri kecilnya yang harus selalu ia jaga.

Masa itu telah datang, masa di mana puteri kecilnya pergi meninggalkannya. Wajah bahagia ia tunjukkan walaupun sebenarnya perasaan khawatir sudah tidak terbendung lagi. Tetapi beliau harus kuat agar puteri kecilnya juga kuat. Pelukan erat darinya dianggapnya cukup untuk melepas puteri kecilnya. Tanpa tangisan, lagi – lagi agar puterinya kuat. Kini beliau menyadari, bahwa puteri kecilnya akan menulis jalan hidup sendiri. Tetapi ia tetap berdoa, dan tetap memohon agar Tuhan menjaga puteri kecilnya.

*Mama, terimakasih. Di sini aku masih tetap kuat karena semangatmu, doamu, dan kasih sayangmu.

Thursday, March 4, 2010

Tugas Diskusi 3

Media Pembelajaran dalam Pendidikan


Istilah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium. Secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Pengertian umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi.


Istilah pembelajaran lebih menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para siswanya. Maka, media pembelajaran tidak terlepas dari dunia psikologi pendidikan yamg mempelajari tentang pengajaran dan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para siswanya. Kegiatan belajar hanya akan berhasil jika si belajar secara aktif mengalami sendiri proses belajar. Seorang guru tidak dapat mewakili belajar siswanya. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah belajar hanya karena ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guru yang sedang mengajar.


Media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (siswa). Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili guru menyajiakan informasi belajar kepada siswa. Jika program media itu didesain dan dikembangkan secara baik, maka fungsi itu akan dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan guru.


Banyak sekali jenis media yang sudah dikenal dan digunakan dalam penyampaian informasi dan pesan – pesan pembelajaran. Setiap jenis atau bagian dapat pula dikelompokkan sesuai dengan karakteristik dan sifat – sifat media tersebut. Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang baku dalam mengelompokkan media. Jadi banyak tenaga ahli mengelompokkan atau membuat klasifikasi media akan tergantung dari sudut mana mereka memandang dan menilai media tersebut.


Penggolongan media pembelajaran menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Rohani (1997 : 16) yaitu :

1. Gambar diam, baik dalam bentuk teks, bulletin, papan display, slide, film strip, atau overhead proyektor.

2. Gambar gerak, baik hitam putih, berwarna, baik yang bersuara maupun yang tidak bersuara.

3. Rekaman bersuara baik dalam kaset maupun piringan hitam.

4. Televisi

5. Benda – benda hidup, simulasi maupun model.

6. Instruksional berprograma ataupun CAI (Computer Assisten Instruction).


Penggolongan media yang lain, jika dilihat dari berbagai sudut pandang adalah sebagai berikut :

1. Dilihat dari jenisnya media dapat digolongkan menjadi media Audio, media Visual dan media Audio Visual.

2. Dilihat dari daya liputnya media dapat digolongkan menjadi media dengan daya liput luas dan serentak, media dengan daya liput yang terbatas dengan ruang dan tempat dan media pengajaran individual.

3. Dilihat dari bahan pembuatannya media dapat digolongkan menjadi media sederhana (murah dan mudah memperolehnya) dan media komplek.

4. Dilihat dari bentuknya media dapat digolongkan menjadi media grafis (dua dimensi), media tiga dimensi, dan media elektronik.


Media memiliki beberapa fungsi, diantaranya :

1. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio visual dan audial.

2. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena : (a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.

3. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.

4. Media menghasilkan keseragaman pengamatan

5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.

6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.

7. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.

8. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak


DAFTAR PUSTAKA:

http://edu-articles.com/mengenal-media-pembelajaran/

http://wijayalabs.blogspot.com/2007/11/media-pembelajaran.html

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/12/media-pembelajaran/

http://teoripembelajaran.blogspot.com/2008/04/pembelajaran-menurut-aliran-kognitif_7619.html

http://forum.upi.edu/v3/index.php?topic=15693.0




Psikologi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran

Dasar Pemikiran


Pembangunan di bidang pendidikan diarahkan kepada pengembangan sumberdaya manusia yang bermutu tinggi, guna memenuhi kebutuhan dan menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Melalui pendidikan, sumberdaya manusia yang bersifat potensi diaktualisasikan hingga optimal; dan seluruh aspek kepribadian dikembangkan secara terpadu.

Kehadiran teknologi merupakan suatu keniscayaan dalam pendidikan khuusnya dalam pembelajaran dimana sekarang dan masa yang akan datang. Mengintegrasikan teknologi kedalam pembelajaran antara lain untuk meningkatkan kompetensi pengajar dalam mengajar dan meningkatkan mutu belajar peserta didik.

Manfaat teknologi dalam pembelajaran antara lain :

1. Pengajar dan peserta didik mampu mengakses teknologi

2. Pengajar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan tenologi, tujuannya untuk meningkatkan kualitas professional dan kompetensi.

3. Tersedia materi pembelajaran yang berkualitas dan bermakna (meaningful)

(Munir, 2008)

Teknologi Pembelajaran tumbuh dari praktek pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual. Teknologi Pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berkaitan dengan penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu audio-visual. Teknologi Pembelajaran merupakan gabungan dari tiga aliran yang saling berkepentingan, yaitu media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran dan pendekatan sistem dalam pendidikan.

Definisi Teknologi Pembelajaran

Rumusan tentang pengertian Teknologi Pembelajaran telah mengalami beberapa perubahan, sejalan dengan sejarah dan perkembangan dari teknologi pembelajaran itu sendiri. Di bawah ini dikemukakan beberapa definisi tentang Teknologi Pembelajaran yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan Teknologi Pembelajaran.

Definisi Association for Educational Communications Technology (AECT) 1963

“ Komunikasi audio-visual adalah cabang dari teori dan praktek pendidikan yang terutama berkepentingan dengan mendesain, dan menggunakan pesan guna mengendalikan proses belajar, mencakup kegiatan :

(a) mempelajari kelemahan dan kelebihan suatu pesan dalam proses belajar;

(b) penstrukturan dan sistematisasi oleh orang maupun instrumen dalam lingkungan pendidikan, meliputi : perencanaan, produksi, pemilihan, manajemen dan pemanfaatan dari komponen maupun keseluruhan sistem pembelajaran. Tujuan praktisnya adalah pemanfaatan tiap metode dan medium komunikasi secara efektif untuk membantu pengembangan potensi pembelajar secara maksimal.”

Kawasan Teknologi Pembelajaran

1. Kawasan Desain

Yang dimaksud dengan desain disini adalah proses untuk menentukan kondisi belajar dengan tujuan untuk menciptakan strategi dan produk. Kawasan desain bermula dari gerakan psikologi pembelajaran, terutama diilhami dari pemikiran B.F. Skinner (1954) tentang teori pembelajaran berprogram (programmed instructions).

Kawasan Desain paling tidak meliputi empat cakupan utama dari teori dan praktek, yaitu :

(1) Desain Sistem Pembelajaran;

(2) Desain Pesan;

(3) Strategi Pembelajaran;

(4) Karakteristik Pembelajar.

2. Kawasan Pengembangan

Pengembangan adalah proses penterjemahan spesifikasi desain ke dalam bentuk fisik, di dalamnya meliputi :

(1) teknologi cetak;

(2) teknologi audio-visual;

(3) teknologi berbasis komputer; dan

(4) teknologi terpadu.

Kawasan pengembangan berakar pada produksi media. Melalui proses yang bertahun-tahun perubahan dalam kemampuan media ini berakibat pada perubahan kawasan.

3. Kawasan Pemanfaatan

Pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan proses dan sumber untuk belajar. Fungsi pemanfaatan sangat penting karena membicarakan kaitan antara pembelajar dengan bahan atau sistem pembelajaran.

4. Kawasan Pengelolaan

Pengelolaan meliputi pengendalian Teknologi Pembelajaran melalui : perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan supervisi. Kawasan pengelolaan bermula dari administrasi pusat media, program media dan pelayanan media.

5. Kawasan Penilaian

Penilaian merupakan proses penentuan memadai tidaknya pembelajaran dan belajar, mencakup :

(1) analisis masalah;

(2) pengukuran acuan patokan;

(3) penilaian formatif; dan

(4) penilaian sumatif .

Dalam kawasan penilaian dibedakan pengertian antara penilaian program, proyek , produk. Penilaian program – evaluasi yang menaksir kegiatan pendidikan yang memberikan pelayanan secara berkesinambungan dan sering terlibat dalam penyusunan kurikulum.

Peran Teknologi dalam Pendidikan

Teknologi sebagai salah satu media yang mempermudah kita dalam dunia pendidikan. Hal ini sangat berperan penting, terutama dalam memajukan mutu pendidikan pada masa sekarang ini.

Peran teknologi dalam pendidikan antara lain :

1. Sebagai keterampilan (skill) dan kompetensi

2. Sebagai infrastruktur pembelajaran

3. Sebagai sumber bahan belajar

4. Sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran

5. Sebagai pendukung manajemen pembelajaran

6. Sebagai sistem pendukung keputusan

(Munir, 2008)


DAFTAR PUSTAKA

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/04/20/teknologi-pembelajaran/

http://www.teknologi-pembelajaran.co.cc/

http://bocah.moratmarit.com/2009/08/definisi-pengertian-teknologi.html

http://blog.unila.ac.id/zikwan/2009/09/03/kajian-terhadap-definisi-teknologi-pendidikan-dan-teknologi-kinerja/

http://teknopendidikan.wordpress.com/2008/09/01/teknologi-pendidikan-sebuah-pengantar/

Munir. (2008). Kurikulum Berbasis Teknologi dan Informasi. Bandung: Alfabeta




Psikologi Pendidikan dan Ragam Model Pembelajaran


RAGAM MODEL PEMBELAJARAN


1. Model Pembelajaran Langsung


Model pembelajaran langsung dirancang secara khusus untuk menunjang proses belajar siswa berkenaan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah.


Pembelajaran langsung tidak sama dengan metode ceramah, tetapi ceramah dan resitasi (mengecek pemahaman dengan tanya jawab) berhubungan erat dengan model pembelajaran langsung.

Ciri-ciri pembelajaran langsung :

a. Adanya tujuan pembelajaran dan prosedur penilaian hasdil belajar.
b. Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran.

c. Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang mendunkung berlangsung dan berhasilnya

pembelajaran.

Contoh-Contoh Model Pembelajaran Langsung

1. Metode Tanya Jawab

Metode tanya jawab adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan mengahasilkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa memahami materi tersebut. Metoda Tanya Jawab akan menjadi efektif bila materi yang menjadi topik bahasan menarik, menantang dan memiliki nilai aplikasi tinggi. Pertanyaaan yang diajukan bervariasi, meliputi pertanyaan tertutup (pertanyaan yang jawabannya hanya satu kemungkinan) dan pertanyaan terbuka (pertanyaan dengan banyak kemungkinan jawaban), serta disajikan dengan cara yang menarik.

2. Metode Tutorial/Bimbingan

Metode tutorial adalah suatu proses pengelolaan pembelajaran yang dilakukan melalui proses bimbingan yang diberikan/dilakukan oleh guru kepada siswa baik secara perorangan atau kelompok kecil siswa.


2. Model Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif merupakan suatu pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama, yakni kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Para siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan diarahkan untuik mempelajari materi pelajaran yang telah ditentukan. Tujuan pembelajaran kooperatif adalah utnuk membangkitkan interaksi yang efektif diantara anggota kelompok melalui diskusi. Dalam hal ini sebagian besar aktifitas pembelajaran berpusat pada siswa, yakni mempelajari materi pelajaran, berdiskusi untuk memecahkan masalah (tugas).


Ciri-Ciri Pembelajaran Kooperatif


1). Siswa belajar dalam kelompok, produktif mendengar, mengemukakan pendapat, dan

membuat keputusan secara bersama
2). Kelompok siswa terdiri dari siswa-siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan

rendah
3). Jika dalam kelas terdapat siswa- siswa yang terdiri dari berbagai ras, suku, agama, budaya,

dan jenis kelamin yang berbeda, maka diupayakan agar dalam setiap kelompok pun terdapat

terdapat ras, suku, agama, dan jenis kelamin yang berbeda pula.
4). Penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok daripada kerja perorangan.

Contoh-Contoh Model Pembelajaran Kooperatif

1. Metode Diskusi

Metode diskusi adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan penyajian materi melalui pemecahan masalah, atau analisis sistem produk teknologi yang pemecahannya sangat terbuka. Suatu diskusi dinilai menunjang keaktifan siswa bila diskusi itu melibatkan semua anggota diskusi dan menghasilkan suatu pemecahan

masalah.

2. Metode Eksperimen

Metode eksperimen adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya.

3. Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah cara pengelolaan pembelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, benda, atau cara kerja suatu produk teknologi yang sedang dipelajari.

4. Metode Pemberian Tugas

Metode pemberian tugas adalah cara mengajar atau penyajian materi melalui penugasan siswa untuk melakukan suatu pekerjaan. Pemberian tugas dapat secara individual atau kelompok. Pemberian tugas untuk setiap siswa atau kelompok dapat sama dan dapat pula berbeda.


DAFTAR PUSTAKA

http://model-pembelajaran.blogspot.com/2008/08/ragam-model-pembelajaran.html

http://dossuwanda.wordpress.com/2008/03/18/ragam-metode-pembelajaran/

http://tarmizi.wordpress.com/2010/02/01/penerapan-model-pembelajaran-berbasis-mencari-informasi-dalam-keterampilan-menulis-karangan-argumentasi/

http://nilaieka.blogspot.com/2009/04/macam-macam-metode-pembelajaran.html

http://umum.kompasiana.com/2009/06/08/macam-macam-metode-pembelajaran/


Anggota Kelompok :

Hana Zafirah Ardani (09-009)

Qisty Anindiati (09-019)

Farah Oktamurdiantri (09-085)




testimonial:
kuliah online sangat mengesankan, tapi karena kami belum terbiasa sep[ertinya waktunya kurang.
Buat keseluruhan,sering - sering aja deh..

Friday, February 26, 2010

PROPOSAL

Proposal Proyek Kerja

Jika ingin mendownload proposal klik di sini

Wednesday, February 24, 2010

"Google Membantu Proses Pendidikan ; tugas 2"

“Google Membantu Proses Pendidikan; Tugas 2”

A. Fenomena ‘Searching by Google’ Yang Membantu Proses Pendidikan

Teknologi yang berkembang pada zaman sekarang ini sangat membantu proses dan dunia pendidikan. Baik pelajar maupun pengajar pasti menggunakan media teknologi untuk menjalankan proses pendidikan. Salah satunya adalah situs pencarian semua hal (browser or search engine) yang kita kenal dengan Google.

Sesuai dengan arti dan fungsinya, maka dalam kehidupan orang – orang kerap kali menggunakan Google, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Di dunia pendidikan, Google juga dijadikan media lain selain buku – buku yang ada untuk menemukan materi yang dipelajari oleh pelajar atau pengajar. Hanya dengan mengetik hal yang ingin kita cari, maka Google langsung menyediakan berbagai macam jawaban mengenai hal yang kita cari. Dengan kata lain, adanya Google sangat membantu proses belajar – mengajar.

B. Searching by Google Merupakan Sebuah Perwujudan E – Learning

Pada umumnya, sistem pendidikan sekarang ini sudah tidak lagi menggunakan metode tatap muka dalam prosesnya. Tetapi, yang digunakan adalah sistem pendidikan yang berbasis dunia cyber atau yang dikenal dengan istilah e – learning.

E – learning berarti pembelajaran dengan menggunakan media atau jasa bantuan perangkat elektronika. Arti ini diambil dari beberapa pengertian, yaitu huruf e pada e – learning berarti elektronik yang kerap disepadankan dengan kata virtual (maya) atau distance (jarak), dan kata learning diartikan dengan belajar pendidikan (education) atau pelatihan (training).

E – learning lebih berfokus kepada kata learning, karena diartikan bahwa e – learning merupakan proses transformasi pembelajaran dari Instructor Centric ke Learner Centric. Proses transformasi pembelajaran itu menggunakan media teknologi informasi dan komunikasi yang berupa komputer dan jaringan internet atau intranet. Jika e – learning dilakukan maka jarak dan waktu tidak lagi menjadi penghambat dalam proses belajar – mengajar, itulah salah satu keuntungan e - learning. Keuntungan lainnya adalah e – learning tidak membutuhkan ruangan yang luas sebagaiman ruang kelas konvensional.

Keterkaitan e – learning dengan Google disini adalah seperti fungsi Google yang telah dijelaskan, yaitu membantu untuk menambah referensi materi atau pemahaman pelajar maupun pengajar dalam dunia pendidikan. Mungkin pada e – learning melakuakn searching di Google akan lebih sering dilakukan karena e – learning adalah sistem belajar online, jadi searching pun akan lebih cepat digunakan. Misalanya apabila seorang pelajar yang menggunakan e – learning menemukan kekurangan dari bahan ajarnya, maka pelajar tersebut dapat dengan segera melakukan searching di Google.

C. Hubungan E – learning dengan Ubiquitous Computing

Sebelumnya kita telah mengetahui tentang e – learning. Pada pembahasan kali ini kita mengetahui terminologi baru, yaitu Ubiquitous computing. Dapat diartikan bahwa ubiquitous computing adalah sebuah situasi dimana distribusi komputer ke lingkungan, bukan lagi ke personal (PC).

Pakar komputer percaya ubiquitous computing akan terjadi. Ubiquitous adalah kebalikan dari realitas virtual. Jika realitas virtual menempatkan orang di dalam dunia yang diciptakan komputer, ubiquitous computing akan memaksa komputer eksis di dunia manusia. Nantinya kondisi yang ada adalah perangkat teknologi umum akan terkoneksi langsung dengan internet dan pengguna bisa saja tidak mengetahui perangkat mana di lingkungannya yang telah terkoneksi.

Searching by Google pada ubiquitous computing akan semakin digunakan orang, karena tidak perlu lagi membuang biaya, tenaga dan waktu untuk pergi ke warnet atau membeli modem yang tidak semua orang dapat membelinya. Dengan kemudahan seperti itu dapat diramalkan bahwa mutu pendidikan di ubiquitous computing akan semakin baik, yang artinya akan lahirlah SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas.

Sangat erat kaitannya antara e – learning dengan ubiquitous computing. Jika nanti era ubiquitous computing datang, maka e – learning semakin mudah diterapkan. Karena semua perangkat elektronik akan lebih ekonomis dan praktis. Semua perangkat baru telah dipasangkan dengan jaringan murah, dan bentuknya yang kecil, portabel, dan mobile sangat membantu pelajar untuk mengerjakan tugas karena pelajar dapat membawa perangkat ke mana saja. Dengan begitu proses transformasi pembelajaran yang sesuai dengan e – learning pun akan berjalan semakin efektif.

Medan, 24 Februari 2010

Hana Zafirah Ardani

Daftar Pustaka

* Munir. 2008. Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Alfabeta : Bandung.

* Santrock, John W. 2004. Psikologi Pendidikan, Edisi Kedua. Kencana : Jakarta.

Thursday, February 11, 2010

Tugas Kelompok; 2

Pak Mardi memelihara 2 ekor ayam. Ada seekor ayam yang bertelur di sebuah peternakan dan ayam biru tersebut menghasilkan 19 telur dan setengahnya busuk. Pak Mardi murung karena kegagalan tersebut sehingga tidak memperhatikan ayam yang satunya lagi. Sampai suatu hari, seekor ayam yang lepas dari kandang Pak Mardi berlari ke rumah Tina yang memiliki 10 ekor kucing. Pak Mardi semakin murung. Maka, dua hari setelah kejadian itu, Pak Mardi berkata kepada anaknya, “Ayah ingin beternak ikan, maka kemarin Ayah membeli 18 telur ikan.”


09-009 Hana Zafirah Ardani, 09-019 Qisty Anindiati, 09-085 Farah Oktamurdiantri

My Testimony: Tugas yang paling menyenangkan dan maafkan saya telah membuat fenomena baru, yaitu 'Telur Ikan', karena sumpah, Hana gak tau kalo ikan itu bentuknya benih, bukannya telur. Kepada pihak yang dirugikan saya minta maaf.

Tuesday, February 9, 2010

“Teknologi dalam Pendidikan untuk Masa Depan yang Cerah; Tugas 1”

“Teknologi dalam Pendidikan untuk Masa Depan yang Cerah; Tugas 1”

I. Teknologi dan Pendidikan

Pada zaman sekarang ini, kita sudah mengenal bahkan mengaitkan teknologi dalam dunia pendidikan. Hal ini tidak bisa dipungkiri, karena kenyataannya teknologi sangat membantu dalam dunia pendidikan, yang mana dapat membantu proses belajar peserta didik. Menanggapi kenyataan itu, maka UNESCO merekomendasikan empat pilar dalam bidang pendidikan, yaitu:

1. Learning to know, yaitu proses belajar untuk mengetahui, memahami, dan menghayati cara – cara untuk memperoleh pengetahuan dan pendidikan dengan memanfaatkan teknologi.

2. Learning to do, yaitu proses belajar dan melakukan sesuatu dengan teknologi yang dapat melatih kemampuan dan keterampilan.

3. Learning to live together, yaitu melatih rasa kebersamaan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

4. Learning to be, yaitu pendidikan memberikan kemampuan kepada peserta didik untuk mengembangkan diri.

II. Teknologi dalam Pendidikan Anak

Pendidikan memang dimulai dari masa kanak – kanak, maka sebagai pendidik sudah seharusnya mengenalkan teknologi kepada anak – anak. Pengenalannya dapat dimulai dari cara penggunaan media teknologi yang ada, misalnya komputer, pendidik dapat mengenalkan dan mulai mengajarkan pengoperasian alat input dan alat output komputer tersebut. Selain itu, dengan adanya media – media teknologi, pendidik juga dapat berbagi pendapat dengan orang lain dengan memanfaatkan situs – situs jejaring sosial. Hasilnya, hal ini akan sangat membantu perkembangan fisik, kognitif, dan perkembangan kehidupan sosial anak.

Saya telah merasakan penggunaan media teknologi sejak saya kecil. Orang tua sudah mengenalkan saya dengan media teknologi, seperti televisi dan komputer. Sebagaimana anak – anak pada umumnya, media – media teknologi itu memberikan saya informasi dari tayangan – tayangan dan games sesuai umur saya yang ada pada masing – masing media. Contohnya, saya mempelajari bahasa, macam – macam warna, dan lain – lain. Memasuki masa sekolah, teknologi sudah berkembang pesat. Saya tidak hanya menggunakannya untuk menonton atau bermain tetapi sudah saya gunakan untuk membantu proses belajar, karena media – media teknologi sudah tersedia di sekolah.

Media teknologi sudah semakin banyak, antara lain internet, handphone, komputer ataupun laptop dengan kecanggihan software dan hardware, penggunaan flashdisk, dan lain sebagainya. Dengan adanya media – media tersebut maka saya bisa menerapkan empat pilar dalam bidang pendidikan yang tidak hanya dapat menjadikan saya sebagai individu yang terampil, tetapi dapat juga menjadikan saya sebagai individu yang bertanggung jawab.

III. Teknologi untuk Masa Depan

Erat kaitannya antara pendidikan, teknologi, dan masa depan. Pengenalan teknologi dalam pendidikan anak dapat membuat empat pilar dalam bidang pendidikan terwujud. Khususnya apabila seorang anak sudah dapat mewujudkan pilar keempat (Learning to be), anak – anak diberikan bekal untuk mengembangkan rasa percaya dirinya. Dengan memanfaatkan teknologi, mungkin saja nantinya anak – anak tersebut dapat berwiraswasta dalam dunia maya, yang sekarang dikenal dengan istilah shopping online. Apa hubungannya dengan masa depan? Dengan mempunyai rasa percaya diri dan mampu berwiraswasta, maka dapat diasumsikan anak tersebut bisa menjadi pengusaha nantinya.

Contoh lainnya, media teknologi khususnya layanan internet mampu menyajikan materi – materi pelajaran pada setiap usia. Dengan adanya hal ini dan tentunya dengan kontrol pendidik, maka seseorang bisa mendapatkan materi pelajaran yang diperlukan ataupun yang tidak - tetapi bermanfaat dalam bidang lainnya. Intinya, seseorang mendapatkan informasi bermanfaat yang lebih banyak dan dengan informasi – informasi itu dihasilkan pola pikir yang baik untuk menghasilkan individu yang berwawasan.

Teknologi memang sangat bermanfaat, tetapi masih ada orang – orang yang menyalahgunakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Maka dari itu, seiring dengan perkembangan IPTEK, kontrol dari para pendidik juga harus tetap ada agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan dan para pengguna juga harus lebih bertanggungjawab demi masa depan kita bersama.

Medan, 09 Februari 2010

Hana Zafirah Ardani

Daftar Pustaka

· Munir. 2008. Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Alfabeta : Bandung.

· Santrock, John W. 2004. Psikologi Pendidikan, Edisi Kedua. Kencana : Jakarta.

Monday, February 8, 2010

Pesenan ni.. ;p

Terima kasih saya ucapkan kepada Risky Pratama atas bantuannya dalam mengajarkan saya mengedit template. Puasss??? haha

Sunday, February 7, 2010

Tugas Diskusi 1

MANFAAT BLOG & EMAIL : tugas diskusi 1

Dengan dibuatnya blog dan email sebagai bagian media pembelajaran dalam mata kuliah Psikologi Pendidikan membuat para mahasiswa lebih bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. Selain itu dengan blog dan email mahasiswi lebih mengetahui teknologi dan tidak “gaptek” lagi menghadapi era globalisasi yang mana dizaman sekarang sudah lebih dipermudah dengan fasilitas teknologi yang telah ada. Mahasiswa yang tadinya tidak tahu bahkan tidak mengenal blog menjadi lebih maju dan tahu tentang teknologi yang ada sekarang, karena dengan adanya blog dan apabila mata kuliah psikologi pendidikan ini berakhir maka mahasiswa dapat mengembangkan kreativitas dan bakat mereka dengan menjadikan blog sebagai ladang usaha bisnis,contohnya.

Dengan ditugaskannya untuk memiliki blog serta e-mail, mahasiswa diajarkan untuk memahami hal-hal berikut :

a. Learning to know

Para mahasiswa diharapkan untuk dapat mengetahui tentang manfaat blog dan e-mail dalam pembelajaran, terutama pada zaman dimana teknologi sedang berkembang maju.

b. Learning to do

Belajar untuk membuat blog dan e-mail sebagai media untuk pembelajaran atau untuk keperluan lainnya.

c. Learning to live together

Dengan adanya blog atau e-mail, mahasiswa bisa saling berbagi informasi dengan temannya yang lain serta menjadikannya sebagai media untuk bertukar pikiran.

d. .Learning to be

Menjadikan blog dan e-mail menjadi bagian dari hudup mahasiswa sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupannya dan lingkungannya.

Penggunaan blog dan e-mail sebagai bagian dari metode pengajaran merupakan bagian dari salah satu pendekatan teknologi didunia pendidikan yaitu Integrating Approach. Pendekatan ini ditandai dengan adanya fasilitas-fasillitas yang mendukung pengguanaan teknologi. Pada pendekatan ini juga ditandai dengan penggunaan kurikulum yang menggabungkan dunia teknologi dengan pendidikan.

Sebagai mahasiswa, tentu saja kami menganggap dan kami menyambut adanya blog dan e-mail dengan respon yang positif karena kami juga menyadari pentingnya penggunaan teknologi sebagai bagian dari hidup, dimulai dari pembuatan blog dan e-mail. Tentu saja tidak semua orang beranggapan sama. Tapi ini adalah suatu langkah yang bisa membuat kita semakin sadar akan pentingnya teknologi pada saat seperti ini.

(kelompok : 091301009 Hana Zafirah Ardani, 091301019 Qisty Anindiati Sitepu, 091301085 Farah Oktamurdiantri)

Kaki berasa mau putus !!!

Eeeettt dah.
Ikutan outbond buat kaki bermasalah.. :'(
Tapi seru sii..

Wednesday, February 3, 2010

blogblogblog

Ini blog dibuat karena syarat wajib untuk mata kuliah psikologi pendidikan. Untung sii,klo ga diwajibin ga akan pernah kenal deh sm yang namanya blog.. hehehe ;p