Ayo ngulik - ngulik soal psikologi ...

Pages

Thursday, March 11, 2010

Tugas Individu ; 3


Mama, Lovin’ You is Like Food to My Soul

Lovin’ you is like food to my soul”, kalimat dari lagu A Song For Mama by Boyz II Men yang mampu menyihirku, menyadarkanku bahwa betapa tidak ada apa – apanya aku tanpa seorang mama. Menitihkan air mata saat mendengar lagu ini. Apa arti seorang mama dalam hidupmu? Sangat berarti,kerena…

Mama, sesosok wanita pertama yang memberikan senyum bahagia dan pelukan hangat. Memberikan rasa aman pada bayi mungil yang tidak tahu apa – apa. Memberikan rasa nyaman saat berada di gendongannya.

Mama, memberitahu puteri kecil cerewetnya tentang apapun. Tak pernah menyerah untuk mendidik. Beliau tidak akan pernah berhenti menyemangati. Wanita yang selalu ada dalam keadaan apapun. Menyeka air mata di pipi puteri kecilnya yang terjatuh. Mencium kening puteri kecilnya yang tertidur lelap. Kasih sayangnya sangat jelas.

IMG_0026.jpgKini puteri kecilnya telah remaja. Kernyitan di dahinya terlihat karena puteri kecilnya tidak seperti dulu. Perang mulut sering terjadi. Rasa kesal dan marah itu terlihat di mukanya, tetapi saat sendiri dia menengadahkan tangannya. Dengan cucuran air mata beliau berdoa kepada Tuhan dengan melupakan rasa kesal dan marahnya, memohon agar Tuhan selalu menjaga puteri kecilnya. Memohon agar Tuhan memberikan kekuatan kepadanya. Setelah itu, senyumnya pun kembali merekah. Mengetuk kamar puteri kecilnya yang telah terlelap dan tetap mencium kening puteri kecilnya yang ia sadari bahwa puteri kecilnya memang tidak kecil lagi. Tetapi gadis remaja itu tetap ia anggap puteri kecilnya yang harus selalu ia jaga.

Masa itu telah datang, masa di mana puteri kecilnya pergi meninggalkannya. Wajah bahagia ia tunjukkan walaupun sebenarnya perasaan khawatir sudah tidak terbendung lagi. Tetapi beliau harus kuat agar puteri kecilnya juga kuat. Pelukan erat darinya dianggapnya cukup untuk melepas puteri kecilnya. Tanpa tangisan, lagi – lagi agar puterinya kuat. Kini beliau menyadari, bahwa puteri kecilnya akan menulis jalan hidup sendiri. Tetapi ia tetap berdoa, dan tetap memohon agar Tuhan menjaga puteri kecilnya.

*Mama, terimakasih. Di sini aku masih tetap kuat karena semangatmu, doamu, dan kasih sayangmu.

Thursday, March 4, 2010

Tugas Diskusi 3

Media Pembelajaran dalam Pendidikan


Istilah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium. Secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Pengertian umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi.


Istilah pembelajaran lebih menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para siswanya. Maka, media pembelajaran tidak terlepas dari dunia psikologi pendidikan yamg mempelajari tentang pengajaran dan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para siswanya. Kegiatan belajar hanya akan berhasil jika si belajar secara aktif mengalami sendiri proses belajar. Seorang guru tidak dapat mewakili belajar siswanya. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah belajar hanya karena ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guru yang sedang mengajar.


Media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (siswa). Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili guru menyajiakan informasi belajar kepada siswa. Jika program media itu didesain dan dikembangkan secara baik, maka fungsi itu akan dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan guru.


Banyak sekali jenis media yang sudah dikenal dan digunakan dalam penyampaian informasi dan pesan – pesan pembelajaran. Setiap jenis atau bagian dapat pula dikelompokkan sesuai dengan karakteristik dan sifat – sifat media tersebut. Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang baku dalam mengelompokkan media. Jadi banyak tenaga ahli mengelompokkan atau membuat klasifikasi media akan tergantung dari sudut mana mereka memandang dan menilai media tersebut.


Penggolongan media pembelajaran menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Rohani (1997 : 16) yaitu :

1. Gambar diam, baik dalam bentuk teks, bulletin, papan display, slide, film strip, atau overhead proyektor.

2. Gambar gerak, baik hitam putih, berwarna, baik yang bersuara maupun yang tidak bersuara.

3. Rekaman bersuara baik dalam kaset maupun piringan hitam.

4. Televisi

5. Benda – benda hidup, simulasi maupun model.

6. Instruksional berprograma ataupun CAI (Computer Assisten Instruction).


Penggolongan media yang lain, jika dilihat dari berbagai sudut pandang adalah sebagai berikut :

1. Dilihat dari jenisnya media dapat digolongkan menjadi media Audio, media Visual dan media Audio Visual.

2. Dilihat dari daya liputnya media dapat digolongkan menjadi media dengan daya liput luas dan serentak, media dengan daya liput yang terbatas dengan ruang dan tempat dan media pengajaran individual.

3. Dilihat dari bahan pembuatannya media dapat digolongkan menjadi media sederhana (murah dan mudah memperolehnya) dan media komplek.

4. Dilihat dari bentuknya media dapat digolongkan menjadi media grafis (dua dimensi), media tiga dimensi, dan media elektronik.


Media memiliki beberapa fungsi, diantaranya :

1. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio visual dan audial.

2. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena : (a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.

3. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.

4. Media menghasilkan keseragaman pengamatan

5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.

6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.

7. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.

8. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak


DAFTAR PUSTAKA:

http://edu-articles.com/mengenal-media-pembelajaran/

http://wijayalabs.blogspot.com/2007/11/media-pembelajaran.html

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/12/media-pembelajaran/

http://teoripembelajaran.blogspot.com/2008/04/pembelajaran-menurut-aliran-kognitif_7619.html

http://forum.upi.edu/v3/index.php?topic=15693.0




Psikologi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran

Dasar Pemikiran


Pembangunan di bidang pendidikan diarahkan kepada pengembangan sumberdaya manusia yang bermutu tinggi, guna memenuhi kebutuhan dan menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Melalui pendidikan, sumberdaya manusia yang bersifat potensi diaktualisasikan hingga optimal; dan seluruh aspek kepribadian dikembangkan secara terpadu.

Kehadiran teknologi merupakan suatu keniscayaan dalam pendidikan khuusnya dalam pembelajaran dimana sekarang dan masa yang akan datang. Mengintegrasikan teknologi kedalam pembelajaran antara lain untuk meningkatkan kompetensi pengajar dalam mengajar dan meningkatkan mutu belajar peserta didik.

Manfaat teknologi dalam pembelajaran antara lain :

1. Pengajar dan peserta didik mampu mengakses teknologi

2. Pengajar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan tenologi, tujuannya untuk meningkatkan kualitas professional dan kompetensi.

3. Tersedia materi pembelajaran yang berkualitas dan bermakna (meaningful)

(Munir, 2008)

Teknologi Pembelajaran tumbuh dari praktek pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual. Teknologi Pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berkaitan dengan penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu audio-visual. Teknologi Pembelajaran merupakan gabungan dari tiga aliran yang saling berkepentingan, yaitu media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran dan pendekatan sistem dalam pendidikan.

Definisi Teknologi Pembelajaran

Rumusan tentang pengertian Teknologi Pembelajaran telah mengalami beberapa perubahan, sejalan dengan sejarah dan perkembangan dari teknologi pembelajaran itu sendiri. Di bawah ini dikemukakan beberapa definisi tentang Teknologi Pembelajaran yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan Teknologi Pembelajaran.

Definisi Association for Educational Communications Technology (AECT) 1963

“ Komunikasi audio-visual adalah cabang dari teori dan praktek pendidikan yang terutama berkepentingan dengan mendesain, dan menggunakan pesan guna mengendalikan proses belajar, mencakup kegiatan :

(a) mempelajari kelemahan dan kelebihan suatu pesan dalam proses belajar;

(b) penstrukturan dan sistematisasi oleh orang maupun instrumen dalam lingkungan pendidikan, meliputi : perencanaan, produksi, pemilihan, manajemen dan pemanfaatan dari komponen maupun keseluruhan sistem pembelajaran. Tujuan praktisnya adalah pemanfaatan tiap metode dan medium komunikasi secara efektif untuk membantu pengembangan potensi pembelajar secara maksimal.”

Kawasan Teknologi Pembelajaran

1. Kawasan Desain

Yang dimaksud dengan desain disini adalah proses untuk menentukan kondisi belajar dengan tujuan untuk menciptakan strategi dan produk. Kawasan desain bermula dari gerakan psikologi pembelajaran, terutama diilhami dari pemikiran B.F. Skinner (1954) tentang teori pembelajaran berprogram (programmed instructions).

Kawasan Desain paling tidak meliputi empat cakupan utama dari teori dan praktek, yaitu :

(1) Desain Sistem Pembelajaran;

(2) Desain Pesan;

(3) Strategi Pembelajaran;

(4) Karakteristik Pembelajar.

2. Kawasan Pengembangan

Pengembangan adalah proses penterjemahan spesifikasi desain ke dalam bentuk fisik, di dalamnya meliputi :

(1) teknologi cetak;

(2) teknologi audio-visual;

(3) teknologi berbasis komputer; dan

(4) teknologi terpadu.

Kawasan pengembangan berakar pada produksi media. Melalui proses yang bertahun-tahun perubahan dalam kemampuan media ini berakibat pada perubahan kawasan.

3. Kawasan Pemanfaatan

Pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan proses dan sumber untuk belajar. Fungsi pemanfaatan sangat penting karena membicarakan kaitan antara pembelajar dengan bahan atau sistem pembelajaran.

4. Kawasan Pengelolaan

Pengelolaan meliputi pengendalian Teknologi Pembelajaran melalui : perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan supervisi. Kawasan pengelolaan bermula dari administrasi pusat media, program media dan pelayanan media.

5. Kawasan Penilaian

Penilaian merupakan proses penentuan memadai tidaknya pembelajaran dan belajar, mencakup :

(1) analisis masalah;

(2) pengukuran acuan patokan;

(3) penilaian formatif; dan

(4) penilaian sumatif .

Dalam kawasan penilaian dibedakan pengertian antara penilaian program, proyek , produk. Penilaian program – evaluasi yang menaksir kegiatan pendidikan yang memberikan pelayanan secara berkesinambungan dan sering terlibat dalam penyusunan kurikulum.

Peran Teknologi dalam Pendidikan

Teknologi sebagai salah satu media yang mempermudah kita dalam dunia pendidikan. Hal ini sangat berperan penting, terutama dalam memajukan mutu pendidikan pada masa sekarang ini.

Peran teknologi dalam pendidikan antara lain :

1. Sebagai keterampilan (skill) dan kompetensi

2. Sebagai infrastruktur pembelajaran

3. Sebagai sumber bahan belajar

4. Sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran

5. Sebagai pendukung manajemen pembelajaran

6. Sebagai sistem pendukung keputusan

(Munir, 2008)


DAFTAR PUSTAKA

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/04/20/teknologi-pembelajaran/

http://www.teknologi-pembelajaran.co.cc/

http://bocah.moratmarit.com/2009/08/definisi-pengertian-teknologi.html

http://blog.unila.ac.id/zikwan/2009/09/03/kajian-terhadap-definisi-teknologi-pendidikan-dan-teknologi-kinerja/

http://teknopendidikan.wordpress.com/2008/09/01/teknologi-pendidikan-sebuah-pengantar/

Munir. (2008). Kurikulum Berbasis Teknologi dan Informasi. Bandung: Alfabeta




Psikologi Pendidikan dan Ragam Model Pembelajaran


RAGAM MODEL PEMBELAJARAN


1. Model Pembelajaran Langsung


Model pembelajaran langsung dirancang secara khusus untuk menunjang proses belajar siswa berkenaan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah.


Pembelajaran langsung tidak sama dengan metode ceramah, tetapi ceramah dan resitasi (mengecek pemahaman dengan tanya jawab) berhubungan erat dengan model pembelajaran langsung.

Ciri-ciri pembelajaran langsung :

a. Adanya tujuan pembelajaran dan prosedur penilaian hasdil belajar.
b. Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran.

c. Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang mendunkung berlangsung dan berhasilnya

pembelajaran.

Contoh-Contoh Model Pembelajaran Langsung

1. Metode Tanya Jawab

Metode tanya jawab adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan mengahasilkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa memahami materi tersebut. Metoda Tanya Jawab akan menjadi efektif bila materi yang menjadi topik bahasan menarik, menantang dan memiliki nilai aplikasi tinggi. Pertanyaaan yang diajukan bervariasi, meliputi pertanyaan tertutup (pertanyaan yang jawabannya hanya satu kemungkinan) dan pertanyaan terbuka (pertanyaan dengan banyak kemungkinan jawaban), serta disajikan dengan cara yang menarik.

2. Metode Tutorial/Bimbingan

Metode tutorial adalah suatu proses pengelolaan pembelajaran yang dilakukan melalui proses bimbingan yang diberikan/dilakukan oleh guru kepada siswa baik secara perorangan atau kelompok kecil siswa.


2. Model Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif merupakan suatu pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama, yakni kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Para siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan diarahkan untuik mempelajari materi pelajaran yang telah ditentukan. Tujuan pembelajaran kooperatif adalah utnuk membangkitkan interaksi yang efektif diantara anggota kelompok melalui diskusi. Dalam hal ini sebagian besar aktifitas pembelajaran berpusat pada siswa, yakni mempelajari materi pelajaran, berdiskusi untuk memecahkan masalah (tugas).


Ciri-Ciri Pembelajaran Kooperatif


1). Siswa belajar dalam kelompok, produktif mendengar, mengemukakan pendapat, dan

membuat keputusan secara bersama
2). Kelompok siswa terdiri dari siswa-siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan

rendah
3). Jika dalam kelas terdapat siswa- siswa yang terdiri dari berbagai ras, suku, agama, budaya,

dan jenis kelamin yang berbeda, maka diupayakan agar dalam setiap kelompok pun terdapat

terdapat ras, suku, agama, dan jenis kelamin yang berbeda pula.
4). Penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok daripada kerja perorangan.

Contoh-Contoh Model Pembelajaran Kooperatif

1. Metode Diskusi

Metode diskusi adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan penyajian materi melalui pemecahan masalah, atau analisis sistem produk teknologi yang pemecahannya sangat terbuka. Suatu diskusi dinilai menunjang keaktifan siswa bila diskusi itu melibatkan semua anggota diskusi dan menghasilkan suatu pemecahan

masalah.

2. Metode Eksperimen

Metode eksperimen adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya.

3. Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah cara pengelolaan pembelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, benda, atau cara kerja suatu produk teknologi yang sedang dipelajari.

4. Metode Pemberian Tugas

Metode pemberian tugas adalah cara mengajar atau penyajian materi melalui penugasan siswa untuk melakukan suatu pekerjaan. Pemberian tugas dapat secara individual atau kelompok. Pemberian tugas untuk setiap siswa atau kelompok dapat sama dan dapat pula berbeda.


DAFTAR PUSTAKA

http://model-pembelajaran.blogspot.com/2008/08/ragam-model-pembelajaran.html

http://dossuwanda.wordpress.com/2008/03/18/ragam-metode-pembelajaran/

http://tarmizi.wordpress.com/2010/02/01/penerapan-model-pembelajaran-berbasis-mencari-informasi-dalam-keterampilan-menulis-karangan-argumentasi/

http://nilaieka.blogspot.com/2009/04/macam-macam-metode-pembelajaran.html

http://umum.kompasiana.com/2009/06/08/macam-macam-metode-pembelajaran/


Anggota Kelompok :

Hana Zafirah Ardani (09-009)

Qisty Anindiati (09-019)

Farah Oktamurdiantri (09-085)




testimonial:
kuliah online sangat mengesankan, tapi karena kami belum terbiasa sep[ertinya waktunya kurang.
Buat keseluruhan,sering - sering aja deh..